Rabu, 01 Juli 2015

Ciri khas Suku Bima Di Nusa Tenggara Barat
A. Latar Belakang
Masyarakat Bima yang sekarang kita kenal merupakan perpaduan dari berbagai  suku, etnis dan budaya yang hampir menyebar di seluruh pelosok tanah air. Akan tetapi pembentukan masyarakat Bima yang lebih dominan adalah berasal dari imigrasi yang dilakukan oleh etnis di sekitar Bima. Karena beragamnya etnis dan budaya yang masuk di Bima, maka tak heran agama pun cukup beragam meskipun 90% lebih masyarakat Bima sekarang beragama islam. Bima merupakan suatu daerah yang kaya akan budaya dan adat istiadat, yang merupakan ciri khas dari masyarakat Bima itu sendiri.
Tetapi sekarang ini adat istiadat tersebut perlahan-lahan mulai luntur, dan sulit untuk ditemukan, sehingga tidak mengherankan banyak anak-anak atau para remaja Bima yang tidak mengetahui budayanya sendiri. Keadaan ini tentu sangat memprihatinkan, karena adat istiadat dan budaya yang diwariskan secara turun temurun tersebut tak ternilai harganya. Akan sangat disayangkan bila harus hilang begitu saja, karena adat istiadat dan budaya merupakan ciri khas suatu suku. Dan Indonesia merupakan bangsa yang terkenal karena kaya akan adat istiadat yang berbeda pada tiap-tiap daerah dan suku.
B. Sejarah dan Struktur
Bima dikenal dengan nama Mbojo yang berasal dari kata babuju yaitu tanah yang tinggi yang merupakan tempat bersemayamnya raja-raja ketika dilantik dan disumpah, sedangkan nama Bima merupakan nama leluhur raja-raja Bima yang pertama. Dulunya Bima merupakan kerajaan terpenting di Pulau Sumbawa pada kurun waktu abad ke 17-19. Kerajaan Bima dalam perkembangannya banyak melakukan hubungan dengan makasar, Bima terletak di tengah-tengah jalur maritim yang melintasi Kepulauan Indonesia, sehingga menjadi tempat persinggahan penting dalam jaringan perdagangan dari malaka ke maluku. Sejumlah peninggalan purbakala dan prasasti serta kutipan dari teks Jawa Kuna, oleh karena itu sebagian bahasa jawa kuna kadang-kadang masih digunakan sebagai bahasa halus di Bima.
Mata pencaharian utamanya masyarakat suku Bima adalah bertani, Kabupaten Bima berdiri pada tanggal 5 Juli 1640 M, ketika Sultan Abdul Kahir dijadikan sebagai Sultan Bima 1 yang menjalankan Pemerintahan berdasarkan Syariat Islam. Peristiwa ini kemudian ditetapkan sebagai Hari jadi Bima yang diperingati setiap tahun, bukti-bukti sejarah kepurbakalaan yang ditemukan di kabupaten Bima seperti batu bertulis di dusun padende kecamatan donggo menunjukan bahwa daerah ini sudah lama di huni manusia.
C. Tradisi
Kota Bima, Nusa Tenggara Barat memiliki tradisi diantara tradisi leluhur yang dikenal adalah kerajinan tenun dab balap kuda. Kota Bima yang merupakan bagian dari Pulau Sumbawa telah memiliki sentra kerajinan tenun sejak Kerajaan Bima berdiri pada abad 17, pusat tenun di pusatkan di kawasan Rabadompu,hingga kini jejak warisan tradisi itu masih hidup dan berkembang menjadi kebanggaan warga setempat. Harga sehelai kain tenun berkisar Rp 150.000 hingga Rp 325.000, selain untuk melestarikan budaya nenek moyang kerajinan tenun juga sebagai sumber penghidupan warga, untuk memasarkan hasil karya mereka koni telah dibangun koperasi di desa-desa, produk tenun yang dikenal diantaranya kain sarung, untuk selembar sarung proses pembuatannya mencapai 20 hari. Sementara itu motif tenun yang populer diantaranya suri kakandau atau tunas rebung dan gasuwarung, motif suri kakandau sarat dengan sejarah perjuangan suku Bima saat melawan penjajah Belanda dengan menggunakan bambu runcing, sedangkan motif gasuwarung menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat kota Bima yang mencari kepiting di pantai.
Keunikan kota Bima lainnya adalah balap kuda yang digelar setiap minggu pagi. pacuan kuda ini termasuk kelas latihan untuk kelas yang lebih tinggi seperti tingkat pemerintah kota atau yang melibatkan semua kota atau kabupaten di pulau sumba. Tempat pacuan kuda yang terkenal adalah di arena pacuan kuda panda, biasanya lomba di gelar setiap bulan Agustus dan melibatkan ratusan kuda pilihan, lomba semakin meriah karena setiap kuda memiliki penggemar.
D. Pakaian Adat
Salah satu paralatan dan perlengkapan hidup yang sangat diperhatikan oleh masyarakat Bima adalah pakaian. Bima mengenal bermacam-macam jenis pakaian adat yaitu :
1. Baju poro berwarna merah untuk para gadis, berwarna ungu hitam untuk kaum ibu. Di ujung lengan baju di pasang satampa baju yang berfungsi sebagai penutup lengan dan juga sebagai aksesoris
2. Tembe songke atau sarung songket warna dasar coklat dan boleh juga hitam dengan motif garis-garis kecil dihiasi dengan sulaman benang emas dan perak untuk semua laki-laki.
E. Alat Musik Tradisional
Di daerah Bima ada pembagin alat musik, menurut pembagian tersebut silu termasuk golongan alat musik tiup, alat musik pukul dengan tangan misalnya rebana, alat musik petik misalnya gambus, alat musik yang dipukul misalnya gendang, alat musik gesek misalnya biola Bima.
F. Tarian
1. Tari mpaa lenggo sebuah tarian guna menyambut maulid nabi muhammad saw. Tarian ini juga sering dipertunjukan pada upacara perkawinan atau upacara khitanan keluarga raja.
2. Tari batunganga sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat, mengisahkan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk ke dalam batu. Mereka memohon agar sang putridapat keluar dari dalam batu itu.
G. Lagu-lagu daerah
Balelebo, haleleu ala de teang, moree, o rere, orlen-orlen, pai mura rame, tebe onana, tutu koda.
H. Rumah Adat
Istana sultan sumbawa merupakan model rumah adat daerah Nusa Tenggara Barat. bangunan tersebut berlantai tiga terbuat dari kayu jati dan beratap sirap. Lantai bawah tempat pengawalan. Lantai kedua tempat kediaman sultan dan permaisuri. Sedangkan lantai tiga disediakan untuk para putri dan keluarga lainnya.
Provinsi Bima nusa tenggara barat ini memiliki banyak makanan khas. Diantaranya adalah :
1. Sate Bulayak adalah makanan tradisional khas Nusa Tenggara Barat yangterbuat dari daging sapi yang dilumuri dengan bumbu khas Lombok dandisajikan dengan lontong. Bulayak sendiri ternyata diambil dari nama lontong khas yang mendampingi hidangan satenya. Bulayak ini mirip dengan lontong biasa, akan tetapi lebih mungil dengan bentuk mengerucut. Dibungkusnya pun tidak menggunakandaun pisang tetapi menggunakan daun aren dengan lilitan berbentuk spiral sehingga untuk membukanya harus dengan gerakan memutar, teksturnya yang lembut serta gurihnya (yang katanya karena penggunaan daun arensebagai bungkusnya) , dengan bumbu kacang yang merupakan bumbusatenya. Satenya sendiri pada umumnya adalah sate ayam atau sapi, terkadang diberikan jeroan juga. Yang unik memang ada di bumbunya, bumbu kacangnya tidak biasa. Terbuat dari kacang tanah sangrai tumbuk yangdirebus bersama santan serta beberapa bumbu dapur lainnya. Rasanyasekilas jadi seperti bumbu kari. Sate ini terdapat di kota Mataram.

2. Ayam Taliwang adalah makanan berbahan dasar ayam yang disajikan  bersama bumbu-bumbunya berupa cabai merah kering, bawang merah, bawang putih, tomat merah , terasi goring , kencur , gula Jawa, dan garam Disebut Ayam Taliwang karena masakan ayam berbumbu ini berasal dari Kampung Karang Taliwang , Kelurahan Cakra Utara , Kecamatan Cakranegara , Kota Mataram , Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada cerita, bumbu ayam dahulu kala ditemukan oleh H Murad(alrmarhum) dan istrinya, Salmah dari Karang Taliwang, tetapi waktunyatidak dapat dirunut lagi.


3. Plecing kangkung adalah masakan khas Indonesia yang berasal dari Lombok . Plecing kangkung terdiri dari kangkung yang direbus dan disajikan dalam keadaan dingin dan segar dengan saus sambal terasi, tomat, toge,kacang, dan jeruk nipis.

4. Jaje Tunjak Lapis poteng
Makanan khas Lombok Timur ini selalu hadir saat Lebaran. Bentuknya mirip penganan Betawi, tapai uli, yakni tapai ketan yang dimakan bersamaketan kukus. Jaje tunjak dibuat dari ketan bercampur parutan kelapa, dan dikukus dengan sedikit garam. Sedangkan poteng adalah tapai ketan yang dalam proses pembuatannya dicampur dengan perasan daun satu atau daun sager. Rasanyamanis dan gurih.

5. "SATE PUSUT"
Pulau Lombok yang merupakan salah satu daerah di Porvinsi NusaTenggara Barat (NTB) memiliki banyak makanan-makanan tradisional yang khas. Salah satu menu makanan khas daerah setempat adalah sate pusut.Cara masak sate ini layaknya juga sate pada umumnya , yakni dibakar atau dipanggang. Tapi yang membedakan sate ini dengan sate lainnya , adalah rasanya. Rasa sate pusut sangat lezat. Menurut para penjual sate pusut di Lombok , untuk membuat sate sebanyak enam porsi dibutuhkan bahan berupa 500 gram daging has , enam lembar daun jeruk , 150 mililiter santan , satu sendok garam , satu sendok gula merak , setengah sendok lada dan daun jeruk nipis secukupnya. Sementara itu, bumbu yang terdiri delapan bawang merah, empat siung bawang putih, enam cabai merah dan ketumbar secukupnya, dihaluskan. Cara membuat sate pusut, daging diiris tipis selebar sekitar tiga centimeter dan dipukul sampai melebar. Daging itu kemudian diaduk dengan bumbuhalus, santan, daun jeruk, garam, dan lada, sampai rata.Setelah didiamkan sekitar seperampat jam, daging ditusukkan ke tusukansate. Tiap tusuk sekitar 3-4 potong. Jika sudah ditusukkan, maka dagingsudah siap dibakar/dipanggang sampai matang.

6. Sate Tanjung
Sebagian masyarakat menyebut menu masakan sate dengan bahan baku yang dibuatnya, seperti sate kambing, sate ayam, sate ikan dan lainsebagainya. Tapi, ada pula sebagian masyarakat menyebut sate dengan cita rasa yang dibawa dari daerah asal , seperti Sate Madura dan SateTanjung di Lombok. Nah, lain daerah lain pula citarasanya. Sate Tanjung misalnya, sate berbahan baku ikan ini juga memiliki cita rasa khas, gurih dan pedas. Nama Tanjung yang merupakan nama salah satu daerah di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, itu selalu melekat dalam nama menu masakan sate ini. Sebab, selain cita rasanya yang khas, menu ini diyakini juga asli daerah Tanjung adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lombok Utara , sedangkan Kabupaten Lombok Utara sendiri sebelumnya merupakan wilayah Kabupaten Lombok Barat. Kabupaten Lombok Utara merupakan pemekaran dari Kabupaten Lombok Barat. Peresmian pemekaran itu berbarengan dengan pelantikan H Lalu Bakri sebagai Penjabat Bupati pada 30 Desember 2008. Sepanjang jalan dari perempatanPamenang menuju pusat Kota Lombok Utara, banyak penjual sate ikan. Salah satu yang sudah lama menjanjakan menu masakan ituadalah di tepi jalan Pasar Tanjung.Sate Tanjung diantaranya berbahan baku ikan cakalang, santan , merica , bawang putih dan rempah-rempah. Cara memasaknya pun relatif mudah. Ikan cakalang yang sudah dipotong-potong dicampur bumbu dan selanjutnya dipanggang. Sate ikan cakalang khas Tanjung enak untuk dinikmati dalam keadaan panas bersama lontong atau nasi, sesuai selera. Rasa gurih dari daging dansantan serta pedas dari merica dan rempah-rempah sangat terasa.
 
uta mbeca ro'o parongge ( sayur daun kelor )

Bahan-bahan yang dibutuhkan:
* 3 ikat daun kelor (sebagai patokan: ikatan daun katuk)
* 1 genggam tauge pendek
* 1 ikat kangkung
* 5 butir bamea (Okra, jenis sayuran banyak terdapat di Timur Tengah dan Pakistan)
* 5 butir bawang merah (potong-potong)
* 1 batang tamu kunci (potong-potong)
* 2 liter air Bumbu-bumbu
* Garam secukupnya
* Gula secukupnya
* Penyedap rasa sedikit bila suka Cara Membuatnya

 Mangge Mada (Gulai Jantung Pisang)

Bahan-bahan yang dibutuhkan:
 * 1 buah jantung pisang kepok
* 1 genggam kelapa parut (sangrai lalu dihaluskan)
* 1 gelas santan kental dari 1 kelapa
* 300gr udang (rebus tampa air, buang kulit dan kepalanya)
* 1 butir jeruk nipis (ambil airnya) Bumbu-bumbu (potong-potong sesuai selera)
* 5 buah cabe keriting
* 7 butir bawang merah
* 5 buah belimbing wuluh
* Garam secukupnya Cara Membuatnya
* Siangi jantung pisang (ambil bagian putihnya)
* Rebus sampai matang, angkat dan tiriskan, dipotong-potong lalu diperas (buang air getirnya)
* Campurkan dengan potongan cabe, bawang merah, belimbing dan kelapa gongseng serta garam.
* Masukkan santan dan air jeruk nipis,
* terakhir masukkan udang yang sudah direbus.
*Udang dapat digantikan dengan : Cumi atau Ikan Pari yang dipindang atau Cingur Sapi/Kulit yang dibakar terlebih dahulu
* Siangi daun kelor (rontokkan daunnya), kangkung dipotong sepanjang 2cm, bamea dipotong-potong sepanjang 1cm.
* Campur dan cuci semua bahan-bahan kecuali bamea dicuci tersendiri.
* Rebus dua liter air sampai mendidih, masukkan semua bahan kecuali okra yang dima 

 Tumi Sepi (Tumis Udang Rebon)

Sepi adalah makanan khas Bima yang terbuat dari udang rebon (anak udang yang sangat kecil yang di Bima disebut Sepi Bou). Udang rebon difermentasi dengan garam saja sehingga mengeluarkan aroma khas.
Bahan-bahan yang dibutuhkan:
*   2 sendok makan Sepi
*   1 ruas jari lengkuas
*   1 lembar sereh
*   2 genggam kemangi
*   1 sendok makan minyak goreng
*   100ml air Bumbu-bumbu (Semuanya diiris-iris)
*   10 butir bawang merah
*   5 siung bawang putih
*   1 buah tomat ukuran besar
*   7 buah belimbing sayur
*   5 buah cabe keriting
*   1-15 buah cabe rawit biarkan utuh
*   Garam secukupnya
*   Gula pasir ½ sendok teh Cara Membuatnya
*  Panaskan minyak, tumis semua bumbu yang sudah diiris masukkan daun sereh dan lengkuas setelah harum masukkan Sepi, garam secukupnya dan gula pasir, masukkan 100ml air,
*   aduk-aduk terus hingga matang.
*   Sebelum diangkat masukkan cabe rawit dan kemangi biarkan cabe rawit layu setelah itu angkat.
*   Siap dihidangkan dengan lalaban.
*   Cocok dihidangkan bersama sayur asam atau sayur bening.
    SEPI bisa juga dikonsumsi langung tanpa dimasak terlebih dahulu. Tambahkan cabe rawit (potong-potong) dan air jeruk purut, lebih sedap bila kulit jeruk purut diiris-iris dicampurkan dengan SEPI (sebelumnya jeruk purut dimemarkan dulu untuk membuang rasa getir). Atau juga bisa dicampurkan dengan mbohi dungga (sambal parado)
kkan setelah beberapa menit untuk menghindari agar okra tidak terlalu berlendit.
* Masukkan garam dan gula secukupnya, masak terus sampai sayur matang.
* Angkat dan hidangkan dengan uta puru dan sambal dhocho mange.

Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat



                Nusa Tenggara Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia. Sesuai dengan namanya, provinsi ini meliputi bagian barat kepulauan Nusa Tenggara. Dua pulau terbesar di provinsi ini adalah Lombok yang terletak dibarat dan Sumbawa yang terletak ditimur. Ibukota provinsi ini adalah Kota Mataram yang berada di pulau Lombok.
                Sebagian besar dari penduduk Lombok berasal dari Suku Sasak , sementara Suku BIma dan Sumbawa merupakan kelompok etnis terbesar di Pulau Sumbawa. Mayoritas penduduk Nusa Tenggara Barat beragama Islam (96%).
                Provinsi Nusa Tenggara Barat mempunyai bermacam-macam kebudayaan , baik itu dalam hal seni tari , kerajinan tangan , pakaian adat , rumah adat , lagu daerah , alat music daerah ,  upacara adat ,  makanan khas daerah sampai obyek wisata.
                Seni tari daerah Nusa Tenggara Barat yaitu Tari Mpaa Lenggogo dan Tari Batu Nganga. Tari Mpaa Lenggogo merupakan sebuah tarian untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Tarian ini sering dipertunjukkan pada upacara-upacara perkawinan atau upacara khitanan keluarga raja. Sedangkan Tari Batu Nganga merupakan sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat yang mengisahkan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk batu dan permohonan mereka agar sang putri dapat keluar dari dalam batu. Berikut ini adalah salah satu gambar Tari Mpaa Lenggogo dan Tari Batu Nganga.
                                                                     Tari Batu Nganga

                                                                  Tari Mpaa Lenggogo


                Provinsi Nusa Tenggara Barat mempunyai beragam kerajinan tangan. Diantaranya adalah Gerabah Banyumulek dan Kain Tenun khas Nusa Tenggara Barat. Kerajinan tangan khas Busa Tenggara Barat ini telah dilakukan secara turun menurun sejak dahulu kala. Gerabah Banyumulek adalah kerajinan tangan khas Nusa Tenggara Barat yang dibuat dengan alat berupa lempengan bulat yang dapat diputar dengan tangan. Gerabah Banyumulek terbuat dari bahan tanah liat dan tanah liat tersebut dibentuk dengan alat pemutar , setelah jadi tanah liat yang tadi sudah dibentuk dijemur dan dibakar. Jadilah kerajinan tangan khas Nusa Tenggara Barat yang bernama Gerabah Banyumulek. Namun ada produk yang unik dan paling banyak laku di pasaran yakni adalah kendi maling. Kain tenun atau dikenal dengan kain songket adalah ciri khas dari Pulau Lombok. Kain songket merupakan kain tenunan yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan, hiasan dibuat dengan menyisipkan benang perak, emas atau benang warna di atas benang lungsi. Terkadang juga ada yang dihiasi dengan manik-manik, kerang atau uang logam. Selain kain songket yang dikenal saat ini, ada cara pembuatan kain tenun dengan cara klasik. Pembuatan kain tenun dengan cara klasik ini dimulai dari mempersiapkan pembuatan benang serta pembuatan zat warna. Pembuatan benang secara tradisional dengan menggunakan pemberat yang diputar-putar dengan jari-jari tangan. Pemberat tersebut berbentuk seperti gasing terbuat dari kayu atau terakota. Bahan membuat benang selain dari kapas, bisa juga dari kulit kayu, serat pisang, serat nanas, daun palem dan sebagainya. Pembuatan zat warnanya terdiri dari dua warna yaitu biru dan merah. Warna biru didapatkan dari indigo atau Mirinda citrifonela atau mengkudu. Selain itu ada juga pewarna dari tumbuhan lain, seperti kesumba (sono keling). Motif kain songket Lombok bermacam-macam, ada motif ayam, motif kembang delapan, motif kembang empat dan masih banyak lagi motif-motif lainnya. 
                                                                     Gerabah Banyumulek
                                                              Kain Songket Motif Ayam
                                                                         Sarung Tenun

                                                                          Tenun dari sutera

                Pakaian adat Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Pakaian Adat Lombok. Sedangkan Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Rumah Dalam Loka.

                                                               Rumah Adat Dalam Loka

                Lagu daerah provinsi Nusa Tenggara Barat  antara lain Pai Mura Rame, Desaku, Tutu Koda, Helele U Ala de Teang, Potong bebek, Anak Kambing Saya, O Nina Noi, Lereng Wutun, Bole Lebo, O Re Re dan Tebe Ona Na.